<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>MENARA SYNDICATE</title>
	<atom:link href="http://kepalosari.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kepalosari.wordpress.com</link>
	<description>untuk program percepatan peruntuhan pamor kapitalisme</description>
	<lastBuildDate>Sun, 30 Jan 2011 07:31:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kepalosari.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/96de9d7cd409db853b27cb601144cbcc?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>MENARA SYNDICATE</title>
		<link>http://kepalosari.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kepalosari.wordpress.com/osd.xml" title="MENARA SYNDICATE" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kepalosari.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mengapa Bong Tinggal Kelas</title>
		<link>http://kepalosari.wordpress.com/2010/08/30/mengapa-bong-tinggal-kelas/</link>
		<comments>http://kepalosari.wordpress.com/2010/08/30/mengapa-bong-tinggal-kelas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Aug 2010 06:48:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bintangkepal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buah Pikir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kepalosari.wordpress.com/?p=249</guid>
		<description><![CDATA[Tamarunang, Gowa pada satu pagi yang cerah di hari libur nasional tepatnya Kamis, tanggal 13 Mei 2010. Tidak jauh dari batang sungai Jeneberang. Belasan anak-anak antara 8 hingga 14 tahun sedang main bola di depan rumah kami. Rumah kami bersebelahan dengan rumah Haris Rasyid, staf pada Kantor Infokom Gowa dan mantan ketua RW 06, lingkungan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kepalosari.wordpress.com&amp;blog=7210039&amp;post=249&amp;subd=kepalosari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tamarunang, Gowa pada satu pagi yang cerah di hari libur nasional  tepatnya Kamis, tanggal 13 Mei 2010. Tidak jauh dari batang sungai  Jeneberang. Belasan anak-anak antara 8 hingga 14 tahun sedang main bola  di depan rumah kami. Rumah kami bersebelahan dengan rumah Haris Rasyid,  staf pada Kantor Infokom Gowa dan mantan ketua RW 06, lingkungan kami.</p>
<p>Beberapa anak lainnya menonton kawannya yang main bola, ada yang main  dengan mengenakan sandal, ada pula yang telanjang kaki di atas aspal  jalan kompleks yang mulai mengelupas. Saya ikut bergabung di sisi jalan.  Tangan kanan saya masih bengkak seusai kecelakaan di Parang Tambung  sehari sebelumnya.<span id="more-249"></span>Di samping saya ada Bong, anak Mama Syukri, wanita penjaja pakaian  bekas (cakar) yang pernah saya tulis kehidupannya dua tahun lalu dan  tayang di www.panyingkul.com. Bong, kerap digoda Pak Haris. Saat itu pak  Haris menggoda Bong, jika dia pernah di lihat di perbatasan Gowa  Makassar saat mengemis. Walau tetap tersenyum, wajah Bong nampak tegang  saat diganggu Pak Haris.</p>
<p>“Sotta!” Katanya pada Pak Haris, maksudnya sok tahu.</p>
<p>Saya pun mulai menggodanya (diam-diam mengaktifkan perekam di  blackberry). “Berapami teman yang kau sudah ajak berkelahi di sekolah,?”  Tanyaku iseng. “wah banyakmi” Katanya spontan. Saya ngakak dalam hati.  “Wah asik nih,”batinku.</p>
<p>Dia menggeser posisinya ke kanan. “Tojengko?” Katanya pura-pura  kaget. Betul?. “Memang!” jawabnya mantap.</p>
<p>“O Daeng Nuntung, Bong itu sudah dua kali tinggal kelas karena disuka  sekali gurunya. Perempuan cantik gurunya tawwa,” Goda pak Haris.  “Sotta!” Kata Bong lagi.</p>
<p>“Hey, tojengko Bong, kau sudah dua kali tinggal kelas,?” Desakku.</p>
<p>Bong akhirnya buka kartu, “Saya memang tidak bisa membaca. Itumi na  tinggal kelaska. Nakalka juga,” Katanya spontan. Saya tertegun.</p>
<p>“Tidak pernah belajar membaca atau diajar di rumah sama mama?”  Tanyaku lagi. “Ibuku tidak tahu membaca juga,” Katanya. “Siapa guru  kelasmu sekarang?“. Namanya Ibu Daeng Pati.</p>
<p>“Daeng Pati pernah bertemu ibu atau bapakmu?” Ucapku lagi. Tidak  pernah!</p>
<p>“Bagaimana kau tahu kalau kau tidak naik kelas?,” Tanyaku. “Kan, ada  ditulis di rapor,”. “Apa tulisannya dirapor,”? “Tidak tahu!”Jawabnya</p>
<p>“Apami nabilang, mamamu?”. “Nda adaji, ka mamakku tidak tahu juga  membaca” Jawabnya dengan senyum pahit.</p>
<p>“Balle-balleko!,” “Bohong,” kataku.</p>
<p>Bong mengaku jika nama Akbar Halim adalah namanya di sekolah tetapi  teman-teman memanggilnya Bong. Saya juga memanggilnya Bong. Tiap malam,  dia tidur dengan kakaknya yang bernama Illang dan Firman di rumah  kontrakan orang tuanya di Tamarunang. Di kamar yang satunya, ibu dan  bapaknya tidur bersama adiknya, Adil 4 tahun, Fitra 2 tahun dan Jeriah  yang masih kecil.</p>
<p>“Berapa bokongmu, jika ke sekolah?” Tanyaku. (Bokong artinya uang  jajan)</p>
<p>“Biasa nda ada,” Kata Bong.</p>
<p>“Kemarin berapa?,” Kejarku lagi. Tidak ada!</p>
<p>“Dua hari lalu berapa,”? Tanyaku semangat. Tidak ada.</p>
<p>“Siapa yang belikan buku sekolah?” Sambungku. “ Dibelikan mama,” kata  Bong.</p>
<p>“Lengkap bukunya?” Bong menggeleng.</p>
<p>“Berapa orang kakakmu?”</p>
<p>“Saya anak ketujuh. Kakakku Syukri, Jum, Rezki, Firman, Illang”</p>
<p>“Berarti anak keenamko sotta!, Kata kakaknya Firman ke Bong dengan  sinis.</p>
<p>Adik Bong ada tiga, Fitra, Adil dan Jeriah.</p>
<p>“Di sekolah kau main sama siapa?” “Bbaaaaaanyak temanku, tapi anak  banna ngaseng” Kata Bong semangat. Maksudnya, teman mainnya banyak  tetapi anak nakal semua.</p>
<p>“Kenapa main sama anak banna?” Tanyaku.</p>
<p>“Karena mereka juga tidak tahu membaca” Kata Bong sambil nyengir.</p>
<p>“Belajarko,” kataku.</p>
<p>Huruf apa ini (kataku sambil menunjukkan kata BISON) Bi…Bi, So..So…n,  bacanya ?”</p>
<p>“Tidak tahu,” Jawab Bong mantap!</p>
<p>***</p>
<p>Begitulah Bong, yang telah dua kali tinggal kelas. Bong, anak ke-enam  dari pasangan Mama Syukri dan Mansyur Hafid, lelaki kelahiran Sidrap.  Bong, seperti anak-anak lainnya yang sedang bermainbola, terlihat ringan  pagi itu. Tak nampak penyesalan atau kesedihan.</p>
<p>Rupanya, saat di sekolah dia tetap merasa pede menuliskan setiap kata  dari buku cetak yang dibagikan sekolah. Toh semuanya bisa ditiru dan  ditulis. Bukankah itu wajah pendidikan kita?</p>
<p>Makassar, 18052010 (http://denung.wordpress.com/2010/05/18/bong/)</p>
<p>[dimuat di Buletin Catatan Sore Kepalosari #9]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kepalosari.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kepalosari.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kepalosari.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kepalosari.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kepalosari.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kepalosari.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kepalosari.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kepalosari.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kepalosari.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kepalosari.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kepalosari.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kepalosari.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kepalosari.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kepalosari.wordpress.com/249/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kepalosari.wordpress.com&amp;blog=7210039&amp;post=249&amp;subd=kepalosari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kepalosari.wordpress.com/2010/08/30/mengapa-bong-tinggal-kelas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ffebf5ab769441204be4bee9b48a956?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bintangkepal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mulai Membaca (Lagi)</title>
		<link>http://kepalosari.wordpress.com/2010/08/30/mulai-membaca-lagi/</link>
		<comments>http://kepalosari.wordpress.com/2010/08/30/mulai-membaca-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Aug 2010 06:38:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bintangkepal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Scene Report]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kepalosari.wordpress.com/?p=247</guid>
		<description><![CDATA[Masa depan adalah bagi mereka yang membaca. Begitu orang bijak bilang. Aktivitas membaca adalah aktivitas tertua manusia baik membaca dalam konteks peradaban manusia yang sifatnya literatif ataupun aktivitas “membaca” kondisi lingkungannya. Memperhatikan segala fenomena sosial yang terjadi di sekitar kita. Membaca adalah proses mencerna pesan yang bagi kami hasil akhirnya harus membuat kita tergelitik untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kepalosari.wordpress.com&amp;blog=7210039&amp;post=247&amp;subd=kepalosari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masa depan adalah bagi mereka yang membaca. Begitu orang bijak bilang. Aktivitas membaca adalah aktivitas tertua manusia baik membaca dalam konteks peradaban manusia yang sifatnya literatif ataupun aktivitas “membaca” kondisi lingkungannya. Memperhatikan segala fenomena sosial yang terjadi di sekitar kita.</p>
<p>Membaca adalah proses mencerna pesan yang bagi kami hasil akhirnya harus membuat kita tergelitik untuk memperhatikan sekeliling kita. Membaca sistem dan model ‘kepatuhan-kepatuhan’ yang di bangun selama ini dan dijejalkan secara membabi buta. Intinya membaca tidak sekedar melahap buku, tapi mampu menggerakkan!</p>
<p>Ah, sudahlah… otak kami terlalu pendek, pemahaman kami cuma sampe di situ. Oh iya, kemarin sebenarnya kalo saja tidak hujan deras kami bermaksud mo gelaran lagi… Namun pun begitu, kami sedikit terobati dengan donasi buku dari Mbak Saidah di seberang sana, dari Bogor. Ada juga beberapa yang mengunjungi rumah reot kami pustaka huruf kecil untuk menyerahkan donasi buku, dari Fitri dkk mahasiswi Unhas. Trima kasih banyak tuan nyonya mudah-mudahan dimudahkan rezekinya…</p>
<p>Hampir lupa, kami mohon maaf bagi kalian yang pernah mengenal gelaran jalanan ini. Beberapa saat kami tak muncul. Percayalah itu bukan masa rehat, tapi waktu bagi kami untuk kembali lagi dan tak kapok! Ayo mulai membaca (lagi!). [Ending]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kepalosari.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kepalosari.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kepalosari.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kepalosari.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kepalosari.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kepalosari.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kepalosari.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kepalosari.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kepalosari.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kepalosari.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kepalosari.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kepalosari.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kepalosari.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kepalosari.wordpress.com/247/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kepalosari.wordpress.com&amp;blog=7210039&amp;post=247&amp;subd=kepalosari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kepalosari.wordpress.com/2010/08/30/mulai-membaca-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ffebf5ab769441204be4bee9b48a956?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bintangkepal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dimana seragam kami titipkan</title>
		<link>http://kepalosari.wordpress.com/2009/08/29/dimana-seragam-kami-titipkan/</link>
		<comments>http://kepalosari.wordpress.com/2009/08/29/dimana-seragam-kami-titipkan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 17:07:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bintangkepal</dc:creator>
				<category><![CDATA[sastro]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kepalosari.wordpress.com/?p=243</guid>
		<description><![CDATA[Suara angin bertarung sengit dengan deburan ombak Dalam keceriaan pagi, kicauan burung menyapa begitu ramah Lima pasang anak lelaki saling berlempar pasir Maaf saja, kami bukan laskar pelangi Apalagi kawanan Power Ranger di tivi-tivi kami hanyalah bocah pesisir Sehari-hari meniti pantai, membelah lautan dengan perahu yang bocornya bisa dihitung jari kala seragam terikat pada seutas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kepalosari.wordpress.com&amp;blog=7210039&amp;post=243&amp;subd=kepalosari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suara angin bertarung sengit dengan deburan ombak<br />
Dalam keceriaan pagi, kicauan burung menyapa begitu ramah<br />
Lima pasang anak lelaki saling berlempar pasir</p>
<p>Maaf saja, kami bukan laskar pelangi<br />
Apalagi kawanan Power Ranger di tivi-tivi<br />
kami hanyalah bocah pesisir<br />
Sehari-hari meniti pantai,<br />
membelah lautan dengan perahu yang bocornya bisa dihitung jari</p>
<p>kala seragam terikat pada seutas tali, buku tulis tak jua mau berpisah dengan pensil<br />
berharap laut masih menjadi kawan petualangan<br />
bersama kami mengayuh ombak meliuk</p>
<p><span>hari ini kami kembali bermimpi<br />
tentang kemapanan yang sulit terbayangkan<br />
tentang harapan akan janji yang tak kunjung terbukti<br />
dan tentang omong kosong yang terlanjur di percayai</p>
<p>apa hendak terucap jika perahu telah sekarat<br />
di dahan pohon bakau kami gantungkan harapan<br />
kekuatan lengan menjadi tumpuan<br />
semoga saja hitam belum menyelimuti bumi<br />
dan semoga saja…ajal belum mau menjemput kami</p>
<p>silahkan kau jejaki berita tentang kami<br />
dengan gelak tawamu di ruang tengah<br />
ataukah bersama perasaan haru yang nyatanya hanya sesaat<br />
asalkan  jangan kau lupa pesan suci dari kami<br />
dari kami untuk penguasa negeri<br />
sebab lewat lisanmu lah, kami berharap<br />
biar kesenangan tidak hanya di gedung menjulang<br />
tapi juga disini…<br />
di perahu kehidupan ini…</p>
<p>- Roy Ito -<br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kepalosari.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kepalosari.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kepalosari.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kepalosari.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kepalosari.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kepalosari.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kepalosari.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kepalosari.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kepalosari.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kepalosari.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kepalosari.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kepalosari.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kepalosari.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kepalosari.wordpress.com/243/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kepalosari.wordpress.com&amp;blog=7210039&amp;post=243&amp;subd=kepalosari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kepalosari.wordpress.com/2009/08/29/dimana-seragam-kami-titipkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ffebf5ab769441204be4bee9b48a956?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bintangkepal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ngelantur</title>
		<link>http://kepalosari.wordpress.com/2009/08/29/ngelantur/</link>
		<comments>http://kepalosari.wordpress.com/2009/08/29/ngelantur/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 17:00:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bintangkepal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buah Pikir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kepalosari.wordpress.com/?p=239</guid>
		<description><![CDATA[“Pagi yang indah”, kata Syamsuddin, murid SD negri 1924. “Syam cepat berangkat hari sudah siang, kamu ingat&#8217;ji toh, hari ini hari senin kamukan upacara bendera”, kata daeng Te&#8217;ne, ibunda Syam. Bete upacara bendera ka&#8217;ya tidak ada kerjaan saja, jawaban Syam dalam hati. Dengan sepeda butut, Syam berangkat kesekolah yang jaraknya kira-kira 1 kilometer . Teng, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kepalosari.wordpress.com&amp;blog=7210039&amp;post=239&amp;subd=kepalosari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Pagi yang indah”, kata Syamsuddin, murid SD negri 1924.<br />
“Syam cepat berangkat hari sudah siang, kamu ingat&#8217;ji toh, hari ini hari senin kamukan upacara bendera”, kata daeng Te&#8217;ne, ibunda Syam.<br />
Bete upacara bendera ka&#8217;ya tidak ada kerjaan saja, jawaban Syam dalam hati.<br />
Dengan sepeda butut, Syam berangkat kesekolah yang jaraknya kira-kira 1 kilometer .</p>
<p>Teng, teng, teng, Bel sekolah berbunyi,<br />
Setelah upacara bendera yang menurut syam kerjaan<br />
tolol, Anak-anak masuk ruang kelas masing-masing. Syam dan<br />
teman2nya masuk keruangan kelas IV yang atapnya sudah<br />
pada&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;(Tanya Mendiknas).</p>
<p>IBU guru TUTI masuk ruang kelas dan disambut dengan<br />
ucapan “SELAMAT PAGI IBU GURU”. “Selamat pagi anak-anak”,<br />
jawab Bu Tuti. “Hari ini kita belajar PPKN, tapi sebelum<br />
itu ibu guru mau tanya kalian satu persatu”.<span id="more-239"></span></p>
<p>“Kamu Tajuddin, manakah yang lebih utama harta atau akal?”. Tanya ibu guru.<br />
Tajuddin menjawab: ”Akal Bu karena, akal akan mendatangkan harta sedangkan harta akan menghilangkan akal.<br />
contohnya IBU. Dulu IBU guru yang paling pintar di sekolah ini, tapi setelah ibu guru bisnis BUKU, ibu jadi sering marah-marah kalau kami tidak beli buku baru, pada hal buku yang lama masih layak pake, ini berarti ibu kehilangan akal sehat”.</p>
<p>“Sekarang kamu Sulaeha, manakah yang kamu pilih harta atau keadilan?”.<br />
“Harta Bu, karna keadilan bisa dibeli dengan harta.<br />
Contohnya IBU. Dulu ibu yang paling adil di sekolah ini dalam hal memberikan peNILAIan kepada murid, tapi setelah  ANTO anak pak LIEN pengusaha kayu itu masuk di kelas ini IBU guru jadi tidak adil”.</p>
<p>“Lalu bagaimana dengan ”harta atau kekuasaan?,<br />
menurut kamu Syamsuddin, pilih yang mana?”<br />
tanya ibu Tuti pada syam. “Waoooo, kalau itu Bu pasti saya pilih Harta, karna kekuasaan bisa dibeli dengan Harta,<br />
Contohnya IBU, setelah Ibu jadi PEmbisnis Buku yang sukses di sekolah ini Kepala sekolah jadi takut pada ibu, jangan2 dia tidak dapat dana Kampaye pada saat pemilihan kepala sekolah nanti, sekolah inikan kapitalis Bu semuanya</p>
<p>tergantung dari siapa yang mendanai, seperti pemilihan presiden<br />
di AS, atau Pilkada, Bu!”.</p>
<p>“Bagaimana dengan ”Harta, Akal, Atau Kekuasaan?.<br />
Mana yang kalian pilih anak-anak?”.<br />
Tanya Ibu Tuti lagi. Serentak anak-anak<br />
menyawab, “HaarrrrrTaaa, Bu!!”.<br />
Ibu Guru Tuti pun Berkata ”Sungguh telah tenteram hatiku<br />
ini, Aku telah berhasil mendidik kalian untuk menjadi seorang<br />
Kapitalis Sejati. Doa&#8217;kan saya anak-anak moga2 tahun depan saya<br />
jadi Mendiknas, pasti Biaya Pendidikan saya naikan 2X Lipat”.<br />
“Iya Bu Guruuu pasti kami Doakan&#8230;.!“.</p>
<p>Ghilast praast (makassar) RnR # 8</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kepalosari.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kepalosari.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kepalosari.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kepalosari.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kepalosari.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kepalosari.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kepalosari.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kepalosari.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kepalosari.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kepalosari.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kepalosari.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kepalosari.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kepalosari.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kepalosari.wordpress.com/239/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kepalosari.wordpress.com&amp;blog=7210039&amp;post=239&amp;subd=kepalosari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kepalosari.wordpress.com/2009/08/29/ngelantur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ffebf5ab769441204be4bee9b48a956?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bintangkepal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kami.. mereka menyebutnya Pustaka Jalanan</title>
		<link>http://kepalosari.wordpress.com/2009/08/29/kami-mereka-menyebutnya-pustaka-jalanan/</link>
		<comments>http://kepalosari.wordpress.com/2009/08/29/kami-mereka-menyebutnya-pustaka-jalanan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 16:50:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bintangkepal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Scene Report]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kepalosari.wordpress.com/?p=233</guid>
		<description><![CDATA[TERIMA kasih sebelumnya apabila Fajar memuat info ini. Salut kepada para pencetus dan pengelola perpustakaan jalanan KEPAL LOSARI. Perpustakaan memang tidak harus selalu di ruang ber-ac, gedung tinggi dst, yang penting bisa mengakomodasi kebutuhan semua lapisan kalangan. Idenya brilian, dengan sumber terbatas tapi kalian punya semangat yang kuat untuk terus memajukan keilmuan segala kalangan anak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kepalosari.wordpress.com&amp;blog=7210039&amp;post=233&amp;subd=kepalosari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-medium wp-image-234" title="kepal losari #17.jpg" src="http://kepalosari.files.wordpress.com/2009/08/untitled-scanned-00.jpg?w=300&#038;h=273" alt="kepal losari #17.jpg" width="300" height="273" /></p>
<p><em>TERIMA kasih sebelumnya apabila Fajar memuat info ini. Salut kepada para pencetus dan pengelola perpustakaan jalanan KEPAL LOSARI. Perpustakaan memang tidak harus selalu di ruang ber-ac, gedung tinggi dst, yang penting bisa mengakomodasi kebutuhan semua lapisan kalangan. Idenya brilian, dengan sumber terbatas tapi kalian punya semangat yang kuat untuk terus memajukan keilmuan segala kalangan anak bangsa. Pekerjaan yang mungkin dinilai sebagian orang “biasa saja”, namun berakhir BESAR, Insya Allah. Saya hanyalah masyarakat biasa yang punya kepedulian terhadap pengembangan SDM bangsa ini, namun tersentuh dengan usaha kalian, meski saya tidak mengenal kalian namun mengabadikan kegiatan kalian di Minggu sore itu, 7 Juni lalu di anjungan Losari saat mengambil foto-foto sunset. SUKSES buat kalian. Bravo KEPAL LOSARI. By Junitasari.</em></p>
<p style="text-align:right;"><em>62811417670</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>(Sms Pembaca Harian Fajar Rabu, 10 Juni 2009 Hal. 3)</em></p>
<p>Yah, begitulah kami.. mereka biasa menyebutnya pustaka jalanan. Gerakan literasi lokal yang berusaha memanggil ruh minat baca kita yang hampir-hampir meninggalkan kita. Dan bahkan “obsesi” agar gerakan kecil ini mampu mendorong kita untuk mampu “membaca” sekeliling kita. Dan kau tahu? Menurut kami itulah yang menjadi substansi setelah kita mengkhatamkan sesuatu yang sebagaimana disebut “membaca”. Bravo membaca!</p>
<p><em>(blackrayah – scene report perjal 07-06-09)</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kepalosari.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kepalosari.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kepalosari.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kepalosari.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kepalosari.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kepalosari.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kepalosari.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kepalosari.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kepalosari.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kepalosari.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kepalosari.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kepalosari.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kepalosari.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kepalosari.wordpress.com/233/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kepalosari.wordpress.com&amp;blog=7210039&amp;post=233&amp;subd=kepalosari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kepalosari.wordpress.com/2009/08/29/kami-mereka-menyebutnya-pustaka-jalanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ffebf5ab769441204be4bee9b48a956?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bintangkepal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kepalosari.files.wordpress.com/2009/08/untitled-scanned-00.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kepal losari #17.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjadi Belati Bukan Duri</title>
		<link>http://kepalosari.wordpress.com/2009/06/07/menjadi-belati-bukan-duri/</link>
		<comments>http://kepalosari.wordpress.com/2009/06/07/menjadi-belati-bukan-duri/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Jun 2009 09:31:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bintangkepal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buah Pikir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kepalosari.wordpress.com/?p=229</guid>
		<description><![CDATA[Ratusan bahkan ribuan kali kita telah membaca, mendengarkan, hingga ketaraf membuktikan sendiri bahwa segala bentuk perjuangan menegakkan kebenaran adalah suatu hal yang tak pernah luput dari adanya hambatan, rintangan dan benturan dengan kekuatan besar yang lebih tangguh dan mapan. Perjuangan, memang penuh dengan pengorbanan dan ujian yang teramat berat apatah lagi mereka yang diperjuangkan belum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kepalosari.wordpress.com&amp;blog=7210039&amp;post=229&amp;subd=kepalosari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ratusan bahkan ribuan kali kita telah membaca, mendengarkan, hingga ketaraf membuktikan sendiri bahwa segala bentuk perjuangan menegakkan kebenaran adalah suatu hal yang tak pernah luput dari adanya hambatan, rintangan dan benturan dengan kekuatan besar yang lebih tangguh dan mapan. Perjuangan, memang penuh dengan pengorbanan dan ujian yang teramat berat apatah lagi mereka yang diperjuangkan belum tersadarkan akan apa yang mereka sedang alami bahkan tak kunjung mengerti akan posisi mereka hingga berbalik memberi respon negatif, mencibir dan mencaci perjuangan yang sepenuhnya sekali lagi, untuk mereka semata!!!<span id="more-229"></span></p>
<p>Hanya inikah aral yang akan dihadapi oleh para pejuang??!&#8230;ow, ternyata disamping penentang utama dan ketidaktahuan orang2 yang diperjuangkan, mereka juga hampir pasti akan berhadapan dengan para calon pendukung yang sering memperlihatkan sikap penolakan, juga mesti terus menguras energi dan mengerahan pemikiran yang tak sedikit untuk mengurusi para pendukung yang tak henti2nya membuat riak dan gelombang meski telah berada di domain himpunan mereka. Sehingga kian menyulitkan barisan mereka sendiri. Sebagian besar mungkin terjadi akibat kapasitas ketaatan mereka yang belumlah memadai. Sebagian yang lainnya mungkin akibat kekecewaan, ketidaksabaran, dll&#8230;</p>
<p>Hingga penulis menuliskan kalimat diatas, sesaknya dada masih terus melanda merasakan kesemua hal tersebut, bahkan terkadang seolah2 menjadi bongkahan karang yang begitu besar menindih kedua pundak yang tak seberapa kekarnya ini. Persiapan yang matang, mental baja, ketegasan dan kearifan sebagai modal awal dalam menghadapi kesemua hal tersebut kiranya memang wajib dimiliki oleh setiap mujahid dalam perjuangannya sebelum masuk ke arena dan tampil dalam gelanggang perjuangan. Semoga Allah tak henti2nya melimpahkan kesemua itu untuk kita semua….</p>
<p>Kekuatan besar yang menjadi lawan tanding utama baik secara langsung maupun tidak sebagai tantangan dari luar akan terus menerus menggempur dengan berbagai variasi serangan dan modus operandi yang berbeda. Dan tentu saja untuk mengatasinya diperlukan tenaga biaya dan waktu yang tidak sedikit. Akan tetapi gempuran dari luar tersebut tidaklah kalah berbahayanya dengan rongrongan dari dalam yang terus menerus menerpa bahkan dapat menjadi hal yang sangat menakutkan. Ini pun memerlukan perhatian dan konsolidasi yang masif tanpa mengenal kata menyerah dan lelah dari kita semua. Sebab rongrongan tersebut bisa saja hadir dalam bentuk riak2 kecil yang kemudian menjadi gelombang yang sangat besar hingga mampu melahap dan menenggelamkan kapal yang sedang gagah berlayar dan merenggut setiap nyawa awak yang ada didalamnya.</p>
<p>Melawan kekuatan dahsyat dari luar yang menampakkan diri menyerang secara frontal kiranya dapat dihadapi dengan pengerahan kekuatan yang maksimal dan bertempur habis-habisan, namun menghadapi kemelut yang terjadi dari dalam tentu memerlukan penanganan yang berbeda, bukan dengan pengerahan pasukan, namun sebaliknya dilakukan dengan menumbuhkan kesadaran, memberikan pengertian, penjelasan, dan pendekatan yang proporsional. Menguras banyak tenaga dan pikiran?! Tentu saja&#8230; bahkan juga membutuhkan kesabaran yang tinggi guna meredam kegalauan, keputusasaan, dan kejengkelan yang terjadi. Penyelesaian mesti melelahkan, sebab kita semua akan berhadapan dengan emosi kita sendiri, yang berarti pula berperang menghadapi diri sendiri&#8230;!!!</p>
<p>Mereka yang berjuang bersama di medan laga, adalah mereka yang senantiasa saling bahu membahu menghantam setiap musuh, berkolaborasi dengan indah menciptakan serangan yang tak terbendung, hingga rela mengorbankan apa yang ada dalam dirinya untuk kejayaan bersama. Perlawanan mereka menyatu dibawah persaudaraan yang lebih kokoh dibandingkan persaudaraan se-darah, mereka berbagi melebihi kualitas sebuah keluarga, bahkan saling menyayangi lebih dahsyat dibandingkan sepasang kekasih yang tenggelam dalam samudera cinta. Itulah mereka!!! Bagai dua buah belati dalam genggaman sepasang tangan kestria yang siap mengoyak lawan2nya. Sehingga tatkala sesuatu mampu mencerai-beraikannya, berarti hal tersebut adalah sesuatu yang sangat hebat sekaligus sangat membahayakan perjuangan mereka.</p>
<p>Menyelesaikan permasalahan yang berasal dari internal barisan para pejuang tidaklah dapat dikatakan ringan dan sepele, bagaikan sebuah duri yang telah menusuk dalam daging. Menyayat perih, namun tak mampu kita cabut begitu saja melainkan dengan pengorbanan yang luar biasa. Sangat sulit memang, sebab hal ini menyentuh hal2 yang sensitif dan cukup rumit. Dan tanggung jawab untuk membenahinya semestinya berada dalam benak setiap orang yang ada didalam barisan itu. Sebaliknya Emosi, ego, ujub, takabbur, curiga, dan bebal wajib musnah dalam diri mereka!!!</p>
<p>Suatu hal yang sangat lumrah jikalau pohon yang semakin tinggi menjulang akan diterpa angin yang lebih kencang pula, namun mestikah itu roboh hanya karena segelintir akar yang menolak untuk menghujam lebih dalam ke tanah?, ataukah hanya karena batang, dahan dan ranting yang tak kuasa menggugurkan beberapa buahnya untuk mengurangi beban akar? Sekali lagi kerelaan, kesadaran, pengertian, penjelasan, dan kedekatan yang lebih baik, akan mampu mengatasi segala goncangan tersebut. InsyaAllah!</p>
<p>Musuh yang telah memproklamirkan diri secara nyata sebagai penentang dan senantiasa berupaya meluluhlantakkan kita semua, masyarakat yang dilanda borok apatisme dan pragmatisme serta para calon pendukung yang masih ragu memberikan dukungannya, bahkan seringkali bertingkah menggemaskan sekaligus mencemaskan, cukuplah menjadi perhatian kita bersama dalam perjuangan ini, sebab perubahan dan revolusi ini takkan pernah tercapai dalam kelalaian waktu kita, yang bukan hanya hilang ditengah ke-jumud-an dan kemalasan kita semata. Namun, juga pada saat kita menghabiskannya untuk hal-hal yang sepele, tak berarti. Belum lagi kita mesti terus menerus menghadapi musuh permanent kita –syaitan- laknatullah alaihi yang menyerang kita satu persatu dari segala penjuru –kanan, kiri, depan, dan belakang-</p>
<p>Permasalahan yang kompleks inipun takkan dapat berhasil terlaksana dengan pengerahan pikir dan rasa semata, juga tak kan seindah harapan kita, meski mengandalkan ribuan strategi dan alat perlawanan, pun takkan pernah mencapai kesempurnaan dengan pengorbanan, cucuran keringat, airmata, bahkan darah sekalipun. Kita membutuhkan bantuan yang sangat besar dan ekstra power untuk menghadapi semua aral dan rintangan perjuangan menegakkan kebenaran ini. Kekuatan yang yang melebihi kekuatan sains dan teknologi yang dihasilkan manusia, kekuatan yang tiada lain adalah pertolongan Allah SWT.</p>
<p>Mengundang keterlibatan Allah merupakan hal mutlak yang mesti dilakukan oleh para pejuang islam yang juga para revolter2 ashoyyy dalam setiap langkah dan amal perbuatan mereka. Tanpa bantuan-NYA kita pun pasti sadar 100%, bahwa perjuangan kita semua hanyalah isapan jempol belaka yang akan gulung tikar, hancur berantakan. Tidak hanya mati, tapi mungkin saja tergilaz dan terbawa arus menyatu dengan musuh2-NYA. Na’udzubillah…..</p>
<p>Masuk ke arena dan tampil dalam gelanggang tanpa menghadirkan ALLAH sebagai andalan dan pegangan kita adalah kesalahan yang sangat fatal dan mendasar. Ini adalah sumber kekalahan yang pada gilirannya akan menjadi malapetaka dan kehancuran. Menganggap diri sendiri kuat dan tangguh tanpa bantuan ALLAH adalah keangkuhan yang secara langsung memperhadapkan diri kita dengan kekuasaan-NYA yang tak terbatas. Dan akibatnya tentu sudah dapat kita duga.</p>
<p>Saatnya kita memfokuskan diri kita kembali dalam revolusi putih ini, menyambut sel-sel perlawanan yang lain, yang lahir dibelahan bumi mana saja, seraya berharap kita bersama mampu menciptakan langkah yang harmonis memberi sumbangsih yang berarti bagi perubahan dan perjuangan suci ini. Menjadi belati… dan pantang menjadi duri&#8230;</p>
<p>[Trinovsyamil - dimuat di Buletin Catatan Sore Kepal Losari #7 Jun '09]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kepalosari.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kepalosari.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kepalosari.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kepalosari.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kepalosari.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kepalosari.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kepalosari.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kepalosari.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kepalosari.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kepalosari.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kepalosari.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kepalosari.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kepalosari.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kepalosari.wordpress.com/229/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kepalosari.wordpress.com&amp;blog=7210039&amp;post=229&amp;subd=kepalosari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kepalosari.wordpress.com/2009/06/07/menjadi-belati-bukan-duri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ffebf5ab769441204be4bee9b48a956?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bintangkepal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Paket Semangat Dari Seberang&#8230;</title>
		<link>http://kepalosari.wordpress.com/2009/06/07/paket-semangat-dari-seberang/</link>
		<comments>http://kepalosari.wordpress.com/2009/06/07/paket-semangat-dari-seberang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Jun 2009 09:20:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bintangkepal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Scene Report]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kepalosari.wordpress.com/?p=221</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, Mei 2009; 2:00 Dear Broth… In Bumi Allah Assalamu Alaikum Wr. Wb. Broth…. Ini Saya kirimkan beberapa koleksi terbaru buku Saya untuk menambah Perpustakaan Jalanan yang sedang Broth adakan. Insya Allah Klo punya waktu luang dan berkesempatan nyari buku baru Saya akan kirimkan lagi…. Broth, Saya mau minta tolong nih….. Saya sangat berharap bahwa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kepalosari.wordpress.com&amp;blog=7210039&amp;post=221&amp;subd=kepalosari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-medium wp-image-220" title="kepal losari #15.jpg" src="http://kepalosari.files.wordpress.com/2009/06/dscn2352.jpg?w=300&#038;h=225" alt="kepal losari #15.jpg" width="300" height="225" /></p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-222" title="kepal losari #16.jpg" src="http://kepalosari.files.wordpress.com/2009/06/dscn2357.jpg?w=300&#038;h=225" alt="kepal losari #16.jpg" width="300" height="225" /></p>
<p><em>Jakarta, Mei 2009; 2:00</em></p>
<p><em> Dear Broth…</em></p>
<p><em>In</em></p>
<p><em>Bumi Allah</em></p>
<p><em>Assalamu Alaikum Wr. Wb.</em></p>
<p><em>Broth….</em></p>
<p><em>Ini Saya kirimkan beberapa koleksi terbaru buku Saya untuk menambah Perpustakaan Jalanan yang sedang Broth adakan.<span id="more-221"></span></em></p>
<p><em>Insya Allah</em></p>
<p><em>Klo punya waktu luang dan berkesempatan nyari buku baru Saya akan kirimkan lagi….</em></p>
<p><em>Broth, Saya mau minta tolong nih…..</em></p>
<p><em>Saya sangat berharap bahwa buku-buku ini dijaga dengan baik seperti broth ‘menjaga’ diri sendiri karena buku-buku ini ‘pernah’ jadi bagian hidupku dan mengisi hari-hariku (cielah…..). ^_^ dan berharap buku-buku ini dapat mengisi hari-hari orang lain dengan sebuah manfaat yang lebih besar.</em></p>
<p><em>Semoga dapat diterima dengan senang hati…..</em></p>
<p><em>So:</em></p>
<p><em>“Sebuah semangat akan ada di setiap lembar kertas buku tsb karena buku tsb dikirim bersama semangat yang tak akan pernah mati hingga ‘sirrul hayah’ lepas dari jasadnya”.</em></p>
<p><em>That way….. ALLAHU AKBAR</em></p>
<p><em>Teruslah bergerak hingga KEMULIAAN ada di tangan Umat Islam.</em></p>
<p align="right"><em>YOUR SISTER</em></p>
<p style="text-align:right;"><em> <span style="text-decoration:underline;">TRIS</span></em></p>
<p>Hmm&#8230; sepucuk surat Sister Tris yang terselip diantara paket buku ‘bergizi’ dari Jakarta. Ini kali pertama kali ada donatur buku dari luar Sulawesi. Bukan cuma sekedar bukunya yang akhirnya makin menambah variatif koleksi buku perpustakaan jalanan kami. Lebih dari itu tulisan tangannya membuat kami terkesan.</p>
<p align="center"><em>“Sebuah semangat akan ada di setiap lembar kertas buku tsb karena buku tsb dikirim bersama semangat yang tak akan pernah mati hingga &#8216;sirrul hayah&#8217; lepas dari jasadnya”.</em></p>
<p>Yeah, semangat yang juga terikut dalam setiap lembar2 bukunya yang kami yakin sepenuhnya bahwa buku2 itu akan menjadi trigger bagi tumbuhnya pembelajar2 bebas yang tidak terjajah kurikulum jahat, yang keluar dari kotak sistem sekuler sambil teriak “aku bebas karena aku membaca!” He..he.. kira2 seperti itu. Thanx ya Sist, semoga kebaikan ini dibalas lebih oleh-Nya. Ditunggu buku-buku berikutnya.</p>
<p>Oh iya, kemaren kami kedatangan tamu dari kawan-kawan pegiat Lembaga Dakwah Kampus dari  Unhas dan UMI. Ada juga kawan dari Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang. Yah, kita terlibat sharing dan tukar2 info ttg kondisi kekinian dsb. Apa kabar kampus? Diskusi dah mati ya? Thanks, bro smuah!</p>
<p>(Ares Mae &#8211; scene report perjal 24-05-09)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kepalosari.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kepalosari.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kepalosari.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kepalosari.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kepalosari.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kepalosari.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kepalosari.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kepalosari.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kepalosari.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kepalosari.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kepalosari.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kepalosari.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kepalosari.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kepalosari.wordpress.com/221/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kepalosari.wordpress.com&amp;blog=7210039&amp;post=221&amp;subd=kepalosari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kepalosari.wordpress.com/2009/06/07/paket-semangat-dari-seberang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ffebf5ab769441204be4bee9b48a956?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bintangkepal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kepalosari.files.wordpress.com/2009/06/dscn2352.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kepal losari #15.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kepalosari.files.wordpress.com/2009/06/dscn2357.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kepal losari #16.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gegabah Dengan Hidup?</title>
		<link>http://kepalosari.wordpress.com/2009/05/26/gegabah-dengan-hidup/</link>
		<comments>http://kepalosari.wordpress.com/2009/05/26/gegabah-dengan-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 May 2009 03:11:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bintangkepal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Scene Report]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kepalosari.wordpress.com/?p=212</guid>
		<description><![CDATA[ada anggota DPR Mojokerto nyasar ada bule nyasar spanduk baru “Jangan gegabah dengan hidupmu” sebuah drama singkat diujung suara sebuah radio swasta yang kudengar kemarin maghrib memberi pesan penutup. kalimat ini begitu menghentak kesadaranku. “gegabah’’sebuah terma yang selalu berusaha kita hindari yah namun secara tak sadar kita kadang  ikut memicu terjadinya proses kegegabahan itu. Apalagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kepalosari.wordpress.com&amp;blog=7210039&amp;post=212&amp;subd=kepalosari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-medium wp-image-213" title="kepal losari #12.jpg" src="http://kepalosari.files.wordpress.com/2009/05/dscn2223.jpg?w=300&#038;h=225" alt="kepal losari #12.jpg" width="300" height="225" /></p>
<p><em>ada anggota DPR Mojokerto nyasar</em></p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-214" title="kepal losari #13.jpg" src="http://kepalosari.files.wordpress.com/2009/05/dscn2224.jpg?w=300&#038;h=225" alt="kepal losari #13.jpg" width="300" height="225" /></p>
<p><em>ada bule nyasar</em></p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-215" title="kepal losari #14.jpg" src="http://kepalosari.files.wordpress.com/2009/05/dscn2238.jpg?w=300&#038;h=225" alt="kepal losari #14.jpg" width="300" height="225" /></p>
<p><em>spanduk baru</em></p>
<p>“Jangan gegabah dengan hidupmu” sebuah drama singkat diujung suara sebuah radio swasta yang kudengar kemarin maghrib memberi pesan penutup. kalimat ini begitu menghentak kesadaranku. “gegabah’’sebuah terma yang selalu berusaha kita hindari yah namun secara tak sadar kita kadang  ikut memicu terjadinya proses kegegabahan itu. Apalagi gegabah terhadap hidup adalah kesalahan yang terkadang tidak alami muncul. Ianya melalui sebuah proses yang diatasnya kita lagi2 terkadang,  pura2 mensugesti diri kita bahwa kita masih diatas rel yang benar.”<span id="more-212"></span></p>
<p>Proses rel demokratisasi yang dibangun sejak zaman kolonial hingga sekarang tak ayal membuat nalar kita terlalu cepat menuduh dan menolak semua yang bukan demokrasi. Padahal kalo dirunut fakta dan akar paham ini sangat kontraproduktif dengan angan2nya yang ingin menciptakan dunia yang lebih baik bagi semua.</p>
<p>Kemarin dalam diskusi perjal ala kadarnya, demokrasi, pilpres, perubahan sosial menjadi tema sentral. Kegegabahan berjamaah ini lagi2 kita putar ulang. Padahal berbagai macam masalah yang muncul dari rahim sistem ini adalah dosa-dosa yang tak mungkin kita ampuni. Utang yang menumpuk sampe 1200 trilyun. Kasus BLBI yang tak selesai2. Dan warisan produk hukum belanda yang sudah sangat usang, akrobatik dan jualan kecap ala penguasa sudah membuat kita muak!</p>
<p>Kawan, sebenarnya kalo kita mo pikir2  kegegabahan ini bukannya tanpa konsekuensi. Jalan hidup yang kita pilih  harus kita pertanggungjawabkan kelak. Kenapa? Karena Tuhan tidak tidur. Awas jangan gegabah!</p>
<p>(Blackrayah &#8211; scene report perjal 17-05-09)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kepalosari.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kepalosari.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kepalosari.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kepalosari.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kepalosari.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kepalosari.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kepalosari.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kepalosari.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kepalosari.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kepalosari.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kepalosari.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kepalosari.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kepalosari.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kepalosari.wordpress.com/212/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kepalosari.wordpress.com&amp;blog=7210039&amp;post=212&amp;subd=kepalosari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kepalosari.wordpress.com/2009/05/26/gegabah-dengan-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ffebf5ab769441204be4bee9b48a956?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bintangkepal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kepalosari.files.wordpress.com/2009/05/dscn2223.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kepal losari #12.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kepalosari.files.wordpress.com/2009/05/dscn2224.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kepal losari #13.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kepalosari.files.wordpress.com/2009/05/dscn2238.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kepal losari #14.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Robohnya Kepercayaan Kami</title>
		<link>http://kepalosari.wordpress.com/2009/05/18/robohnya-kepercayaan-kami/</link>
		<comments>http://kepalosari.wordpress.com/2009/05/18/robohnya-kepercayaan-kami/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 May 2009 15:30:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bintangkepal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buah Pikir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kepalosari.wordpress.com/?p=204</guid>
		<description><![CDATA[dari jalur jalan yang sama, jalan yg tak pernah terjamah aspal, tadi ba&#8217;da isya takdir Allah kembali mempertemukan kembali sy dan salah seorang anak ex SKOLA RA&#8217;JAT BANGKALA kompleks pemulung kaum marjinal BTP di makassar. kaki yang tak mengenal alas itu tampak berat mengayuh pedal reot sebuah becak yang dimodif jadi gerobak besar tempat menampung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kepalosari.wordpress.com&amp;blog=7210039&amp;post=204&amp;subd=kepalosari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>dari jalur jalan yang sama, jalan yg tak pernah terjamah aspal, tadi ba&#8217;da isya takdir Allah kembali mempertemukan kembali sy dan salah seorang anak ex SKOLA RA&#8217;JAT BANGKALA kompleks pemulung kaum marjinal BTP di makassar. kaki yang tak mengenal alas itu tampak berat mengayuh pedal reot sebuah becak yang dimodif jadi gerobak besar tempat menampung sampah2 sisa hasil memulung yang dilakukannya sejak pagi buta.&#8221;assalamua&#8217;alaikum&#8221; sapaku. &#8220;wa&#8217;alaikum salam&#8221; balasnya. sambil melirik muatannya yang full tank,&#8221;wah sukses kayaknya hari ini anak&#8221; pikirku. kubuka dengan mempertanyakan kabar dan keberadaan Ta&#8217;di, Lulu, bolong, bota&#8217;, dan anak2 lainx yang seangkatan di skola ra&#8217;jat. gubuk reot yang dibangun diatas kandang ayam warga.hmm&#8230; tidak sehat kata kawanku yang anak kedokteran. tapi dia tdk tau tempat itulah dimana kami dulu bertemu dan berbagi pengetahuan, berusaha meraih sedikit potongan kue pengetahuan yang selama ini masih terlalu sekke&#8217; alias pelit dibagi dan hanya berada dietalase kaca bernama sekolah negeri nan mahal milik penguasa.tempat kami dulu cuap2 sewot karena kebiasaan buruk mereka sehabis memulung sampah dan belepotan tidak bersih-bersih sblm ikut pelajaran sebagaimana yang kami ajarkan&#8211;eh, padahal kami juga jarang mandi&#8211;he..he.. sori Lulu&#8230;<span id="more-204"></span></p>
<p>&#8220;seharusnya dia sudah ikut temannya membuat mading, ikut ekstrakurikuler sebagaimana anak SMP kelas 2&#8243; pikirku selintas memperhatikan usianya yang sdh bertambah.kmd dengan sopan ia mencoba mendeskripsikan keadaan kompleksnya yang dah ditinggalkan beberapa warga ke Mamuju dan jeneponto.mencari kehidupan yang lebih baik.yah, alih profesi mungkin. yang masih bertahan, yah mereka yang masih senang dan menggantungkan pada bisnis &#8220;kotor&#8221; itu (memulung sampah maksudnyah). ada juga yang dah hijrah profesi. bota&#8217;yang kutemui kini dah jdi tukang becak. anak yang sempat mengecap bangku kelas 4 SD itu dah mulai besar. sebentar lagi mungkin dia jadi buruh kasar atau kalo beruntung jadi sopir. kalian tau? ada semacam sebuah jalur hirarki profesi yang kuamati dari orang2 yang termarjinalkan sistem itu. kecilnya memulung, besar dikit jadi tukang becak or penggembala sapi orang, besar dikit kalo nda jd buruh ya jadi sopir. riset sosial yang mentah dan sok tau yg saya lakukan itu kadang2 memang menemui realitasnya sebagaimana daeng Kamaring yang dulu juga mulung kini lumayan dah mengolah sawah. sawah orang ! para pekerja keras itu, yang mengolah keringatnya menjadi lembaran uang ribuan untuk sesuap nasi harus rela tunduk pada hirarki profesi dilingkaran marjinal. lingkaran yang sengaja dicipta oleh mekanisme sistem jahat untuk membuat tegak pilar  diatasnya, pilar dilingkaran poros kekuasaan (borjuasi lokal, militer penjilat, raja-raja kecil penguasa daerah, dan tentunya the real boss &#8221; kapitalis&#8221; ! dan&#8230;oh, sialnya dalam lingkaran diskriminatif itu mereka dipaksa untuk menerimanya dengan sumringah.Hei boss,cabut kembali kata-katamu &#8220;ah, mereka saja yang malas dan tidak mau sekolah. sekolah sekarang kan mau gratis. yah, meski uang buku dan seragam masih ada&#8221; ucapmu berkelit memberi alasan yang profesi kepsek. &#8220;ah, namanya juga hukum ekonomi siapa yang bekerja lebih keras dan punya modal dia yang kaya dan sukses&#8221; simpulmu setelah khatam habis buku welfare statenya adam smith.&#8221;memang dulu saya sempat menyinggung itu omongan, tapi kan maksud saya adalah bahwa kesehatan gratis itu bla..bala..sekolah gratis itu..bla..bla..kalian jgn macam-macam menuduh kami tidak bekerja untuk kalian..awas kalian bisa saya penjarakan&#8230;bla..bla..jadi tolong dipahami, saya kira ini kan cermin dari rasa nasionalisme kami yang tinggi&#8230;bla..bla..bukti kepedulian terhadap rakyat&#8230;bla..bla&#8230;preeettt..maaf saya kentut kebanyakan lunch td dihotel waktu temu&#8230;.bla..bla&#8230;he..he..&#8221;ungkapmu malu seraya menutup pembicaraan dan segera berlalu bersama sang sekretaris manis karena sibuk masih ada &#8216;rapat-rapat&#8217;lain di kantor dewan terhormat.</p>
<p>see? tak ada empati sebatas simpati kalopun dibilang itu ada. mereka lupa ini yang membuat kepercayaan kita roboh, yang membuat kita harus mencabut kepercayaan dari tangan mereka. mereka dah lupa bahwa amanah itu&#8230;(ah, sudahlah disana banyak partai islam ntar dikira sok ngajar lagi). di sana kan mereka yang meramu pasal-pasal &#8220;kesejahteraan&#8221;. pasal 34 (kalo nda salah) &#8220;fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh tumpukan sampah&#8221;. bukan begitu, pak penguasa?? (blackrayah, 25/04/09, 23:00 wita)</p>
<p>[dimuat di buletin Catatan Sore Kepalosari #5, Mei '09]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kepalosari.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kepalosari.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kepalosari.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kepalosari.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kepalosari.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kepalosari.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kepalosari.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kepalosari.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kepalosari.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kepalosari.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kepalosari.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kepalosari.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kepalosari.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kepalosari.wordpress.com/204/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kepalosari.wordpress.com&amp;blog=7210039&amp;post=204&amp;subd=kepalosari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kepalosari.wordpress.com/2009/05/18/robohnya-kepercayaan-kami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ffebf5ab769441204be4bee9b48a956?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bintangkepal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sadar &amp; Tetap Melek</title>
		<link>http://kepalosari.wordpress.com/2009/05/18/sadar-tetap-melek/</link>
		<comments>http://kepalosari.wordpress.com/2009/05/18/sadar-tetap-melek/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 May 2009 15:25:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bintangkepal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Scene Report]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kepalosari.wordpress.com/?p=200</guid>
		<description><![CDATA[perjal minggu kemaren menyisakan sejumlah pengalaman menarik untuk dibagi. di perjal kali itu, lagi-lagi kami menggelar diskusi santai ala jalanan dengan kawan Trinov sebagai pengantarnya. diskusi berjalan hangat berkat teh panas yang sepertinya bakal jadi minuman wajib di kala menggelar perjal. kawan-kawan yang ikut nimbrung juga menunjukkan antusiasme mereka dengan memberikan pandangan akan materi diskusi. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kepalosari.wordpress.com&amp;blog=7210039&amp;post=200&amp;subd=kepalosari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-medium wp-image-197" title="kepal losari #09.JPG" src="http://kepalosari.files.wordpress.com/2009/05/dscn21581.jpg?w=300&#038;h=225" alt="kepal losari #09.JPG" width="300" height="225" /></p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-198" title="kepal losari #10.JPG" src="http://kepalosari.files.wordpress.com/2009/05/dscn2174.jpg?w=300&#038;h=225" alt="kepal losari #10.JPG" width="300" height="225" /></p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-199" title="kepal losari #11.jpg" src="http://kepalosari.files.wordpress.com/2009/05/perpustakaan-jalanan_tribun.jpg?w=300&#038;h=238" alt="kepal losari #11.jpg" width="300" height="238" /></p>
<p>perjal minggu kemaren menyisakan sejumlah pengalaman menarik untuk dibagi. di perjal kali itu, lagi-lagi kami menggelar diskusi santai ala jalanan dengan kawan Trinov sebagai pengantarnya. diskusi berjalan hangat berkat teh panas yang sepertinya bakal jadi minuman wajib di kala menggelar perjal. kawan-kawan yang ikut nimbrung juga menunjukkan antusiasme mereka dengan memberikan pandangan akan materi diskusi. tak ketinggalan, kawan Misbah dari Malang juga ikut angkat bicara. yup, seperti perjal dua pekan lalu, di perjal kemaren kami kedatangan lagi tamu dari Malang yang lagi nyasar di Makasar, kawan Arief plus kawan Misbah. yah, semoga saja kami bisa melakukan kunjungan balasan ke Malang. hayo siapa yang mau ngongkosi? ora usah isin-isin, kami ikhlas kok nrimonyah.. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> <span id="more-200"></span></p>
<p>Di sela-sela kawan Trinov dan kawan-kawan lain tengah asyik berdiskusi dan para pengunjung perjal yang sedang menyelam dalam lautan bacaan. di sisi kiri, kawan Ares juga terlibat diskusi ringan dengan dua orang bapak-bapak. salah satunya mengaku berprofesi sebagai sopir walau kesingnya mirip anggota militer. hehe.. pekerjaan boleh sopir, tapi rupanya bapak yang satu ini senantiasa memonitoring perkembangan perpolitikan tanah air, seperti pemilu, koalisi parpol, sampai kasus hukum yang tengah menjerat ketua KPK non aktif, Antasari Azhar. weleh-weleh, salut dah.. untuk bapak tak sungkan kami beri sekaligus 4 thumbs up!</p>
<p>oia, masih ada dua hal lain yang tak kalah menariknya. yang pertama, di perjal kali itu, kami bersua kembali dengan si ustad penjual balon. perjal yang lalu sih si ustadnya kaga bisa nimbrung. soale katanya lagi ada dauroh. hehe.. namanya juga ustad. tapi sayang sekali, si ustadnya cuman merapat bentaran. kan musti mencari nafkah.. okeh tad, lanjutkan!</p>
<p>yang kedua, rupanya perjal kemaren sempat kesasar masuk salah satu koran yang cukup dikenal warga Makasar dan sekitarnya, di harian Tribun Timur. pantes aja, dari kejauhan ada sesosok yang mirip banget wartawan plus kamera gede yang membidik perjal gelaran kami. emang lagi kurang berita ya, pak?</p>
<p>(Ares Mae &#8211; scene report perjal 10-05-09)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kepalosari.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kepalosari.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kepalosari.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kepalosari.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kepalosari.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kepalosari.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kepalosari.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kepalosari.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kepalosari.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kepalosari.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kepalosari.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kepalosari.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kepalosari.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kepalosari.wordpress.com/200/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kepalosari.wordpress.com&amp;blog=7210039&amp;post=200&amp;subd=kepalosari&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kepalosari.wordpress.com/2009/05/18/sadar-tetap-melek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ffebf5ab769441204be4bee9b48a956?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bintangkepal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kepalosari.files.wordpress.com/2009/05/dscn21581.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kepal losari #09.JPG</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kepalosari.files.wordpress.com/2009/05/dscn2174.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kepal losari #10.JPG</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kepalosari.files.wordpress.com/2009/05/perpustakaan-jalanan_tribun.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kepal losari #11.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
