Feeds:
Tulisan
Komentar

Suara angin bertarung sengit dengan deburan ombak
Dalam keceriaan pagi, kicauan burung menyapa begitu ramah
Lima pasang anak lelaki saling berlempar pasir

Maaf saja, kami bukan laskar pelangi
Apalagi kawanan Power Ranger di tivi-tivi
kami hanyalah bocah pesisir
Sehari-hari meniti pantai,
membelah lautan dengan perahu yang bocornya bisa dihitung jari

kala seragam terikat pada seutas tali, buku tulis tak jua mau berpisah dengan pensil
berharap laut masih menjadi kawan petualangan
bersama kami mengayuh ombak meliuk

hari ini kami kembali bermimpi
tentang kemapanan yang sulit terbayangkan
tentang harapan akan janji yang tak kunjung terbukti
dan tentang omong kosong yang terlanjur di percayai

apa hendak terucap jika perahu telah sekarat
di dahan pohon bakau kami gantungkan harapan
kekuatan lengan menjadi tumpuan
semoga saja hitam belum menyelimuti bumi
dan semoga saja…ajal belum mau menjemput kami

silahkan kau jejaki berita tentang kami
dengan gelak tawamu di ruang tengah
ataukah bersama perasaan haru yang nyatanya hanya sesaat
asalkan jangan kau lupa pesan suci dari kami
dari kami untuk penguasa negeri
sebab lewat lisanmu lah, kami berharap
biar kesenangan tidak hanya di gedung menjulang
tapi juga disini…
di perahu kehidupan ini…

- Roy Ito -

Ngelantur

“Pagi yang indah”, kata Syamsuddin, murid SD negri 1924.
“Syam cepat berangkat hari sudah siang, kamu ingat’ji toh, hari ini hari senin kamukan upacara bendera”, kata daeng Te’ne, ibunda Syam.
Bete upacara bendera ka’ya tidak ada kerjaan saja, jawaban Syam dalam hati.
Dengan sepeda butut, Syam berangkat kesekolah yang jaraknya kira-kira 1 kilometer .

Teng, teng, teng, Bel sekolah berbunyi,
Setelah upacara bendera yang menurut syam kerjaan
tolol, Anak-anak masuk ruang kelas masing-masing. Syam dan
teman2nya masuk keruangan kelas IV yang atapnya sudah
pada…………(Tanya Mendiknas).

IBU guru TUTI masuk ruang kelas dan disambut dengan
ucapan “SELAMAT PAGI IBU GURU”. “Selamat pagi anak-anak”,
jawab Bu Tuti. “Hari ini kita belajar PPKN, tapi sebelum
itu ibu guru mau tanya kalian satu persatu”. Lanjut Baca »

kepal losari #17.jpg

TERIMA kasih sebelumnya apabila Fajar memuat info ini. Salut kepada para pencetus dan pengelola perpustakaan jalanan KEPAL LOSARI. Perpustakaan memang tidak harus selalu di ruang ber-ac, gedung tinggi dst, yang penting bisa mengakomodasi kebutuhan semua lapisan kalangan. Idenya brilian, dengan sumber terbatas tapi kalian punya semangat yang kuat untuk terus memajukan keilmuan segala kalangan anak bangsa. Pekerjaan yang mungkin dinilai sebagian orang “biasa saja”, namun berakhir BESAR, Insya Allah. Saya hanyalah masyarakat biasa yang punya kepedulian terhadap pengembangan SDM bangsa ini, namun tersentuh dengan usaha kalian, meski saya tidak mengenal kalian namun mengabadikan kegiatan kalian di Minggu sore itu, 7 Juni lalu di anjungan Losari saat mengambil foto-foto sunset. SUKSES buat kalian. Bravo KEPAL LOSARI. By Junitasari.

62811417670

(Sms Pembaca Harian Fajar Rabu, 10 Juni 2009 Hal. 3)

Yah, begitulah kami.. mereka biasa menyebutnya pustaka jalanan. Gerakan literasi lokal yang berusaha memanggil ruh minat baca kita yang hampir-hampir meninggalkan kita. Dan bahkan “obsesi” agar gerakan kecil ini mampu mendorong kita untuk mampu “membaca” sekeliling kita. Dan kau tahu? Menurut kami itulah yang menjadi substansi setelah kita mengkhatamkan sesuatu yang sebagaimana disebut “membaca”. Bravo membaca!

(blackrayah – scene report perjal 07-06-09)

Ratusan bahkan ribuan kali kita telah membaca, mendengarkan, hingga ketaraf membuktikan sendiri bahwa segala bentuk perjuangan menegakkan kebenaran adalah suatu hal yang tak pernah luput dari adanya hambatan, rintangan dan benturan dengan kekuatan besar yang lebih tangguh dan mapan. Perjuangan, memang penuh dengan pengorbanan dan ujian yang teramat berat apatah lagi mereka yang diperjuangkan belum tersadarkan akan apa yang mereka sedang alami bahkan tak kunjung mengerti akan posisi mereka hingga berbalik memberi respon negatif, mencibir dan mencaci perjuangan yang sepenuhnya sekali lagi, untuk mereka semata!!! Lanjut Baca »

kepal losari #15.jpg

kepal losari #16.jpg

Jakarta, Mei 2009; 2:00

Dear Broth…

In

Bumi Allah

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Broth….

Ini Saya kirimkan beberapa koleksi terbaru buku Saya untuk menambah Perpustakaan Jalanan yang sedang Broth adakan. Lanjut Baca »

kepal losari #12.jpg

ada anggota DPR Mojokerto nyasar

kepal losari #13.jpg

ada bule nyasar

kepal losari #14.jpg

spanduk baru

“Jangan gegabah dengan hidupmu” sebuah drama singkat diujung suara sebuah radio swasta yang kudengar kemarin maghrib memberi pesan penutup. kalimat ini begitu menghentak kesadaranku. “gegabah’’sebuah terma yang selalu berusaha kita hindari yah namun secara tak sadar kita kadang  ikut memicu terjadinya proses kegegabahan itu. Apalagi gegabah terhadap hidup adalah kesalahan yang terkadang tidak alami muncul. Ianya melalui sebuah proses yang diatasnya kita lagi2 terkadang,  pura2 mensugesti diri kita bahwa kita masih diatas rel yang benar.” Lanjut Baca »

dari jalur jalan yang sama, jalan yg tak pernah terjamah aspal, tadi ba’da isya takdir Allah kembali mempertemukan kembali sy dan salah seorang anak ex SKOLA RA’JAT BANGKALA kompleks pemulung kaum marjinal BTP di makassar. kaki yang tak mengenal alas itu tampak berat mengayuh pedal reot sebuah becak yang dimodif jadi gerobak besar tempat menampung sampah2 sisa hasil memulung yang dilakukannya sejak pagi buta.”assalamua’alaikum” sapaku. “wa’alaikum salam” balasnya. sambil melirik muatannya yang full tank,”wah sukses kayaknya hari ini anak” pikirku. kubuka dengan mempertanyakan kabar dan keberadaan Ta’di, Lulu, bolong, bota’, dan anak2 lainx yang seangkatan di skola ra’jat. gubuk reot yang dibangun diatas kandang ayam warga.hmm… tidak sehat kata kawanku yang anak kedokteran. tapi dia tdk tau tempat itulah dimana kami dulu bertemu dan berbagi pengetahuan, berusaha meraih sedikit potongan kue pengetahuan yang selama ini masih terlalu sekke’ alias pelit dibagi dan hanya berada dietalase kaca bernama sekolah negeri nan mahal milik penguasa.tempat kami dulu cuap2 sewot karena kebiasaan buruk mereka sehabis memulung sampah dan belepotan tidak bersih-bersih sblm ikut pelajaran sebagaimana yang kami ajarkan–eh, padahal kami juga jarang mandi–he..he.. sori Lulu… Lanjut Baca »

kepal losari #09.JPG

kepal losari #10.JPG

kepal losari #11.jpg

perjal minggu kemaren menyisakan sejumlah pengalaman menarik untuk dibagi. di perjal kali itu, lagi-lagi kami menggelar diskusi santai ala jalanan dengan kawan Trinov sebagai pengantarnya. diskusi berjalan hangat berkat teh panas yang sepertinya bakal jadi minuman wajib di kala menggelar perjal. kawan-kawan yang ikut nimbrung juga menunjukkan antusiasme mereka dengan memberikan pandangan akan materi diskusi. tak ketinggalan, kawan Misbah dari Malang juga ikut angkat bicara. yup, seperti perjal dua pekan lalu, di perjal kemaren kami kedatangan lagi tamu dari Malang yang lagi nyasar di Makasar, kawan Arief plus kawan Misbah. yah, semoga saja kami bisa melakukan kunjungan balasan ke Malang. hayo siapa yang mau ngongkosi? ora usah isin-isin, kami ikhlas kok nrimonyah.. :D Lanjut Baca »

antara mayday dan hardiknas #01.jpg antara mayday dan hardiknas #02.JPG

Dua momen penting di bulan Mei, yaitu Mayday dan Hari Pendidikan Nasional, kami gunakan untuk melancarkan serangan propaganda tempel. Dan karena waktunya yang cuman berselisih sehari, maka kami pun akhirnya merangkumkan dalam satu aksi saja. Propaganda tersebut berisi ajakan untuk menegakkan khilafah, ditujukan kepada buruh, kaum marginal, sampe intelektual, yang dibuat dalam bentuk poster hitam putih sebanyak 1 rim.

Aksi dijalankan saat tengah malam tanggal 1 Mei 2009 dengan target utama pasar sentral. Namun demikian, di sela-sela perjalanan kami menunggangi kuda besi, sesekali kami singgah untuk menempelkan propaganda pada beberapa tempat yang dianggap strategis, seperti sekolah dan halte. Alhamdulillah, aksi berjalan lancar dan baru berakhir menjelang kumandang azan subuh. (Ares Mae)

Melawan Mitos

kepal losari #05.jpg

kepal losari #06.JPG

kepal losari #07.JPG

kepal losari #08.JPG

Buku yang kini ada di tangan kawan Trinov yang didaulat membedah buku bersampul merah marun itu sesekali diangkat, dibolak balik halamannya, seolah ingin memvisualisasikan pahaman penulis buku laiknya seorang penutur pada buah hatinya menjelang tidur dengan gerak tangan, mimik, intonasi, penekanan, dan penegasan tentunya.. Lanjut Baca »

Tulisan Sebelumnya »